Skip to main content
Ragam
Ilustrasi indonesia.go.id

Indonesia sebagai Negara Megabiodiversitas

by Redaksi
posted onJuly 7, 2019
nocomment

Brazil, Indonesia, dan Zaire adalah tiga dari sepuluh negara dengan keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia.

Sementara ini, Brazil berada di posisi urutan tertinggi. Hutan Amazon sebagai hutan tropis terluas di dunia adalah latar belakang tingginya tingkat keanekaragaman hayati.

Meskipun tak tertutup kemungkinan, posisi Indonesia sebenarnya berada di puncak dan di atas peringkat Brazil, karena proses pengambilan data hingga kini relatif belum meliputi semua. Terlebih jika data darat itu digabungkan dengan data flora dan fauna dari ekosistem laut.

Data termutakhir terangkum dalam buku berjudul Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia. Hasil penelitian LIPI tersebut dipublikasikan pada 2014.

Penelitian itu memberikan ulasan terkini dari status keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem, jenis, dan genetika. Tak kecuali juga perihal upaya pemanfaatan dan perlindungannya.

Indonesia ialah negara kepulauan. Terbentang di antara Benua Asia dan Australia. Juga di antara Samudera Pasifik dan Hindia. Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai lebih dari 17.000. Dari jumlah itu yang sudah bernama sejumlah 13.466 pulau dan 11.000 pulau telah berpenghuni.

Luas daratan Indonesia mencapai 1.919.440 km2, sedangkan luas perairannya mencapai 3.257.483 km2 dengan garis pantai sepanjang 99.093 km (BIG 2013). Indonesia termasuk daerah tropik, terletak di antara 6°LU11°LS dan 95°BT141°BT. Dengan luas wilayah 1,3% dari luas muka bumi, Indonesia termasuk negara megabiodisersity.

Bentang alam Indonesia membentuk bioregion yang dapat dipisahkan antara biogeografi flora-fauna Asia dan Australasia. Sehingga lebih jauh, terbentuklah Garis Wallacea dan Weber dan Lydekker).

Garis Wallace memisahkan wilayah geografi fauna Asia dan Australasia. Alfred Russell Wallace, yang bersama Charles Darwin berperan sebagai penggagas teori evolusi ini, sejak awal sudah menyadari adanya perbedaan pengelompokan fauna antara Borneo dan Sulawesi, juga antara Bali dan Lombok.

Garis Wallace ini kemudian diperbaiki oleh Antonio Pigafetta dan menggeser garis Wallace ke arah timur menjadi garis Weber. Sedangkan garis Lydekker merupakan garis biogeografi yang ditarik pada batasan Paparan Sahul, terletak di bagian timur Indonesia.

Kondisi itulah yang menyebabkan Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. LIPI mencatat, kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia diperkirakan terdiri dari: 1.500 jenis alga, 80.000 jeis tumbuha berspora berupa jamur, 595, jenis lumut kerak, 2.197 jenis paku-pakuan, 40.000 jenis flora tumbuhan berbiji, 9.157 jenis fauna vertebrata, 1.900 jenis kupu-kupu.

Indonesia juga memiliki berbagai jenis fauna endemik, antara lain: 270 jenis mamalia, 386 jeis burung, 328 jenis reptile, 204 jenis amfibia, 280 jenis ikan.

Sedangkan untuk jenis flora endemik Indonesia, antara lain: 40-50% terdiri dari bunga tulip, dan 23% terdiri dari total flora di pulau Sumatera adalah Buga Rafflesia. (id)

Headline

                  porwil