Skip to main content
Hukum
Ilustrasi pemerkosaan

Kenal di Facebook, Gadis 15 Tahun Diperkosa 2 Pemuda Bengkulu Tengah

by Redaksi
posted onMay 31, 2019
nocomment

Sibernews.co - Kasus pemerkosaan menimpa seorang gadis usia 15 tahun, warga Kerkap, Kabupaten Bengkulu Tengah. Pelakunya adalah dua pemuda warga Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Berawal dari korban kenal dengan salah satu pelaku AS, warga Kecamatan Pagar Jati, melalui akun media sosial Facebook, sekitar dua minggu sebelum kejadian. Perkenalan via Facebook menjadikan keduanya aktif berkomunikasi melalui aplikasi chatting messenger. Dan akhirnya terjadilah janji ketemuan. 

Saat sebelum kejadian, korban pada Sabtu 25 Mei 2019 malam dijemput oleh pelaku AS, kemudian, menyusul dibelakang AS pelaku seorang lagi, inisial Pa.

Kedua pelaku lantas memperdaya korban di sebuah pondok kebun di kawasan Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Dibawah ancaman kedua pelaku, korban akhirnya berhasil direnggut kegadisannya secara bergilir.

Usai melakukan aksinya, salah satu pelaku kemudian mengantarkan korban ke rumahnya di Kerkap. Karena tidak tahan, korban kemudian bercerita kepada keluarganya tentang peristiwa yang dialaminya.

Keluarga akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polisi.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi melalui Kapolsek Karang Tinggi Iptu Feri Oktaviarian Pratama mengatakan, saat ini dua pelaku sudah diamankan oleh Kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku sudah merencanakan perbuatannya, dimulai dari pelaku menjemput korban, kemudian diikuti dari belakang oleh pelaku satunya lagi, dan lantas korban dibawa ke pondok kebun," kata Iptu Feri Oktaviarian Pratama, Kamis 30 Mei 2019.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan UU RI Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno mengimbau kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anak gadis mereka. Hal itu penting dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah tindak kejahatan.

"Awasi anak-anak gadis, mulai dari penggunaan media sosialnya, jika malam sebaiknya tidak diizinkan untuk pergi tanpa teman yang dikenal oleh keluarga. Penggunaan media sosial sering dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan, untuk itu diperlukan kontrol dari orang tua," kata AKBP Sudarno. (red)

Headline
Top story
Trending

                  porwil