Skip to main content

Ayo Investasi Menuju Bengkulu Maju

investasi

kuliner
Ketupat Bengkulu
18

Pelengkap Lebaran, Ketupat dan Makna di Dalamnya

by Redaksi
posted onJune 8, 2019
nocomment

Sibernews.co - Salah satu menu sajian khas yang hadir saat Lebaran ini adalah opor dan ketupat. Opor dan ketupat merupakan dua hidangan yang tak pernah terlupakan dalam sajian hari raya Idul Fitri. Keduanya menjadi pasangan paling cocok yang tak pernah terpisahkan.

Bukan hanya sekedar pasangan hidangan karena kecocokan rasanya. Rasanya yang saling melengkapi ini ternyata tak hanya sekedar muncul begitu saja. Ternyata keduanya memiliki filosofi opor dan ketupat.

Sajian ketupat ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga saat sedang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah. Sunan Kalijaga ini menggunakan budaya dan tradisi lokal untuk mengenalkan agama Islam agar mudah diterima, termasuk kuliner lokal ini.

Awal mulanya masyarakat lokal sudah memiliki kebiasaan menggantungkan ketupat di depan pintu rumah yang dipercaya mendatangan keberuntungan. Nah, oleh Sunan Kalijaga tradisi ini diubah dengan menjadikan ketupat sebagai sajian bernuansa islami untuk menghilangkan unsur mistisnya.

Di dalam filosofi Jawa, makna ketupat lebaran bukanlah sekedar hidangan khas raya lebaran saja. Melainkan makna lebaran disini lebih khusus. Ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.

Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan. Ngaku lepat ini merupakan tradisi sungkeman yang menjadi implementasi mengakui kesalahan (ngaku lepat) bagi orang Jawa. Prosesi sungkeman yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, dan ini masih membudidaya hingga kini.

Pada tradisi sungkeman ini mengajarkan akan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan, dan ampunan dari orang lain, khususnya orang tua.

Sedangkan laku papat artinya empat tindakan dalam perayaan lebaran. Empat tindakan tersebut adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Arti dari masing-masing kata ini adalah:

Lebaran memiliki makna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Kata ini berasal dari kata lebar yang artinya pintu ampunan telah terbuka lebar. Luberan memiliki makna meluber atau melimpah. Sebagai simbol ajaran bersedekah untuk kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah menjelang lebaran pun selain menjadi ritual yang wajib dilakukan umat Islam, juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama manusia.

Leburan memiliki makna habis dan melebur. Maksudnya pada momen lebaran, dosa dan kesalahan kamu akan melebur habis. Karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain. Sedangkan laburan adalah labor atau kapur. Kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding. Maksudnya adalah agar manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batin satu sama lain. (mas)

Ketupat bengkulu atau dikenal dengan istilah ketupek bengkulu
Ketupat bengkulu atau dikenal dengan istilah ketupek bengkulu

 

Headline
Category

HUT RI

   Hut RI